CINTA YANG HILANG

Kini aku termenung sendiri, hati ini terasa sakit
Mengapa semua harus terjadi padaku?
Kekecewaan yang selalu kurasakan. Kedatanganmu memang penyembuh luka...
Tapi kepergianmu lebih meninggalkan luka.
Hanya air mata yang terus menetes
Menjawab semua kepedihan ini
Kasih,,,
Mengapa kau harus datang padaku?
Jika pada akhirnya hanya meninggalkanku!
Mengapa kau harus mengisi hatiku?
Jika aku hanya sesaat untukmu!
Taukah kau betapa sakitnya hati ini????
Yang hanya sebagai persinggahanmu...
Mengapa kau harus mencintaiku?
Jika akhirnya membuat luka hatiku, Luka yang belum sempat terobati sampai saat ini.

AKHIR SEBUAH MIMPI

Apa yang ku-cari?
Teratai udah ku-miliki
Mawar udah ku-petik
Melati udah ku-nikmati harumnya
Tapi jiwaku hampa…
Ruang-ruang kosong yang kau
tinggalkan
Menusuk…
Merobek…
Leburkan…
Musnahkan….
Tiap kata yang mulai terangkai
Bagaimana aku mencari ??
Kaki-ku patah
Mata-ku buta
Telinga-ku tuli
Lisan-ku bisu
Tiada yang bermakna dari hidup
Tiada tumpuan tuk memulai
Memudar bersama sang waktu
Sirna bersama sang morgana
Mengapa harus mencari??

PUPUS SUDAH

Jauh di atas rasaku tersirat sebuah nama…
CINTA...
tak terbatas ruang dan waktu…
Nama itu tlah tertanam kuat d hatiku…
ku tak pernah tahu cara menghentikan laju waktu yg slalu menghimpitku dengan emosiku…
Terasa sakit... tapi tak ingin lepas dari rasa sakit itu…
seperti ketika malam itu..
Hati yg penuh pengharapan seketika seperti fatamorgana yg terlihat nyata..
ketika ku sentuh dan ku genggam jemarimu..
Berlari penuh senyum seakan waktu takkan pernah berlalu..
ketika malam semakin larut...
ku tersadar kau takkan pernah aku miliki..
Jiwa dan ragamu takkan pernah mendekap cinta ini..
Tapi inilah hatiku…

HARAPAN YANG PUPUS


Namamu...
Tetap terindah dalam hatiku.
Cintamu…
Tetap terbaik dalam hidupku.
Walau…
Sekarang telah pergi membawa janjimu.
Meninggalkanku…
Tinggalkan aku harus hidup dalam kenanganmu.
Namamu…
Abadi tersimpan dalam singgasana hati.
Terukir indah tanpa tergantikan.
Peganti rinduku hanya namamu lirih ku panggil.
Puisiku ini wujud diriku.
Suara hatiku…
Merindukanmu…
Mutiara hatiku adalah dirimu yang terindah.
Kala embun pagi menyapaku.
Ingin sekali aku berteriak.
Memanggil namamu.
Untuk katakan aku merindukanmu.

MENAWAR MIMPI

Rantai pongah itu sedang mengumandangkan nyanyian srigala liar malam hari
gaungnya tinggi setinggi langit, mensiasati arti yang sesungguhnya.
Artian merah tak selalu berani menantang sombongnya putaran dunia.
Siapa yang takluk di kaki bumi torehan luka jejak-jejak pasti?
Meniup-niup bara seolah takut padam di bakar hangus api menjadi debu dan terbangkan serpihan ke penjuru ujung buntu dunia sepi.
Nyanyian itu tak lagi hanyutkan pesona nada biru muda.
Patah ditengah membuat lengkungan serat tak lagi sama.
Semua menjadi kaku tak terpijak meski masih satu.
Kesombongan mati di lecut kuasa hati, meneriakkan gelegar tak makna diatas keinginan jiwa.
Hanya pengecut yang takut menghadapi hidup, takut hanya karena tak merasa pantas takdir yang ada.
Sejuk sapaan lembut angin timur, membelai-belai merayu memabukkan arah tujuan.
 Gelombang panasnya meracuni sudut-sudut hati butakan mata.