Tampilkan postingan dengan label SKOLIOSIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SKOLIOSIS. Tampilkan semua postingan

Nikita Willy - Surat Kecil Untuk Tuhan

Kutuliskan kata demi kata
Yang kulahirkan dari hatiku
Yang menjerit tanpa suara
Menangispun tanpa air mata

Cinta semua kuatkan aku
Walau harapanku mungkin kandas
Walau rambutku takkan kembali
Biarkan aku tetap tersenyum

Cermin

dalam cermin
 di rumah menyenangkan ini
di balik senyum getirnya
terpantul kecemasan saat-saat ceria terbang pergi
tawa dan canda turut hilang terbawa angin
dia menarik nafas perlahan
takut akan kesuraman...
terasa aneh
sulit difahami menggeliat-geliat di bawah kulit,
dibawah lengan, 
di bawah daging, 
yang perlahan tapi pasti.
terus menghantui berharap bayangan di dalam cermin,
hanyalah ilusi yang berkhianat

Menggapai Bintang

Pertanyaan seorang teman : “haloo fildzah, gmn perasaanya mau operasi?”
Haloo haloo… ah biasa saja. Jawabku singkat.
Begitupun sahabatku Fathu Buluk. “Kamu ko mau operasi tenang-tenang aja”. Begitu juga dengan kedua orangtuaku “harusnya banyak berdo’a, ini orangtua yg malah khawatir dan panik”.
Dan lainnya banyak sekali…
Hai, aku akan menjawab pertanyaan kalian semua.
Bukannya tak khawatir, atau bahkan tak takut.
Jelas saja aku ‘sangat khawatir’ dan ‘takut’, tapi jika kalian sama diposisiku, tetap mengikuti rasa khawatir dan takut kalian akan rela hidup kalian seperti itu-itu saja?
Tidak merasakan keseimbangan diri, merasakan pegal yang begitu hebat! Tidak bukan?
Dengan berbagai pertimbangan yang begitu matang, keyakinan diri yang begitu kuat.
Akhirnya aku memberanikan diri untuk memutuskan ‘tahun ini saya harus operasi’.
Bukan tanpa masalah, keinginanku untuk operasi sangatlah sulit.

BUKAN ALASAN

Skoliosis bukan alasan untuk membuatku tak semangat belajar
bukan alasan untuk membuatku berbeda dari yang lainnya
bukan alasan untuk membuatku lemah dan tak ceria.
Justru skoliosis menuntutku untuk semangat belajar
menuntutku untuk hidup layaknya orang-orang disekitarku
(itu yang membedakan, aku kuat karena dunia yang menuntutku harus seperti mereka)
menuntutku untuk kuat dan ceria. akan membuat keadaanku lebih baik.

PANTAI INI SAKSI BISU (skolioser)

Untuk (Almh) Teh Ai ‘skolioser’.
Hari ini kakiku berpijak diatas pasir, nuansa alam saksi bisu yang menyimpan sejuta cerita tentangmu ‘kakakku’…
Bukan tanpa sebab aku disini, dan lagi aku mengenang kepergianmu.
Waktu terus berlalu, detik tak akan kembali.
Andai saja ombak yang beradu, pohon yang berdendang, dan burung yang berkicau bisa berbicara.
Pasti mereka akan menceritakan betapa hebatnya sosok dirimu untuk alam ini.
Lalu aku bercerita pada alam dan Tuhan
aku merasakan hal yang sama.
Dan meminta ‘Tuhan jadikan diri ini sekuat dirinya’…
Tuhan aku menyanginya, dia yang sesamaku.
Bukan jarak yang mempersatukan, bukan kedekatan jiwa yang saling bersentuhan, tapi hati dan rasa…
Pangandaran, 31Juli2014

halloo, skoliosis apa kabar? skolisosis tidak boleh manja!

kesibukanku di dunia pendidikan semakin padat saja, lalu bagaimana dengan keadaan punggungku yang istimewa ini?
terkadang aku merasa khawatir, rasa takut itu datang. Dan lagi aku menepis semua rasa itu, BRAVE fildzah... be brave!!!!!
tapi semua tidak dapat dipungkiri, takut itu semakin menjadi saja. karena tak jarang, skoliosis ini manja, membuatku berhenti dari aktifitas, terasa perih dan panas.
tapi aku tak ingin lama-lama terbaring, aku bangkit. hari esok aku harus kembali kesekolah, ketempat, kedunia dimana harusnya para pelajar berada.
skoliosis bukan alasan untukku menjadi malas!
justru aku harus lebih semangat dari mereka, meskipun aku istimewa.
meskipun terkadang mereka, iya.. siapapun mereka tidak pernah bisa mengerti fase atau saat-saat dimana kondisi fisikku sangat lelah ingin duduk dan terbaring. Mereka tidak pernah mengerti, itulah sebabnya aku sangat keras terhadap diriku sendiri, ketika sakit itu datang, aku hanya berteriak pada diriku "ayo sko, jangan manja! yang membedekan kita itu karena kamu bengkok! aku sudah bisa terima kehadiranmu dihidupku, jadi aku mohon jangan halangi langkahku! kita hidup di dunia orang normal! bukan di dunia para skolioser!"

My Scoliosis

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa hampir lima tahun lamanya aku hidup bersama “angel”. Mungkin aku tidak sama dengan orang sakit lainnya, aku hidup dengan diiringi rasa sakit setiap saat. Berat rasanya menerima sebuah kenyataan, yang seakan-akan menelanku dalam kesunyian dan kesepian. Sering aku menjerit dan menangis lalu bertanya, mengapa harus aku Tuhan? Apa salahku sehingga Engkau hukum aku seperti ini? Berikan jawaban itu! aku lelah melewati setiap hariku. Tuhan tidak menjawab pertanyaanku secara langsung, tapi Dia memberikan jawaban itu seperti reaksi berantai. Sedikit demi sedikit, aku mulai mengerti. Ini bukan ‘hukuman’ tapi ini ‘anugrah’, Tuhan berikan aku sebuah keistimewaan. Mungkin aku lelah, terkadang menyerah ketika rasa sakit itu datang begitu hebat. Mengalahkan semua energi positif dalam diri. Tapi aku merasakan sebuah kebahagiaan tak terduga, kenapa bahagia? Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama, mempunyai cerita hidup sehebat ini. Bagaimana tidak hebat? Aku mampu melewati setiap lika-liku hidup. Melawan rasa sakit, berjuang meraih masa depan, dan berada dalam perbedaan.
-FildzahNurulFauziyyah-

My Scoliosis Journey

5Tahun sudah hidup dengan berusaha berdamai dengan skoliosis, pernah coba aku abaikan keberadaanmu dalam diriku. Akhirnya kamu berteriak lagi memberi tahu bahwa kamu masih hidup dalam ragaku...
Bukan hal yang mudah untuk melewati hari, terlebih saat masa smp. Dengan badan yang kurus skoliosisku semakin terlihat saja. Pertumbuhan badanku juga terhambat karena aku memakai brace, waktu berlalu akhirnya aku lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kelas X semester 1 aku masih memakai brace. Mungkin mereka melihat aku aneh... seperti robot. Ah tapi yasudahlah...

My Scoliosis Journey

Hai.. postingan terakhir aku saat itu bulan Mei, baru bisa menulis lagi sekarang. Modemku rusak... yaaaa parah dan menyebalkan. Sedangkan.untuk akses blog, peramban handphoneku tidak mendukung. Ahirnya aku sering posting disitus wordpressku. Kunjungi ya, fildzahnurulfauziyyah.wordpress.com :D
Ngomong-ngomong tentang 'SKOLIOSIS' memang tidak ada habisnya untukku... berjuta cerita dan misteri terus berdampingan mengiringi hidup. Oiyaaa... kemarin sempet iseng liat anggota MSI di grup, waw sudah mencapai 1053 orang. Luar biasa !! Hehe.. berarti penderita semakin banyak saja. Oke aku akan muli lagi menulis tentang kehidupan real ku dan secuplik kisah saudaraku sesama skolioser ya :) selamat membaca !!!!!

Cerita Skoliosisku

Awalnya gue gak nyangka, kehidupan gue berlalu begitu cepat. Bayangkan saja, lima tahun gue terdiagnosa skoliosis. Enam kali vonis operasi, tetapi berbagai kendala gue lalui. Dari mulai kondisi fisik, usia, dan biaya. Lo semua tahu gak? Biaya operasi skoliosis itu luar biasaaaa!!! Gue masih inget pas vonis tahun 2012.. saat itu belum ada fasilitas BPJS, gue pun gak punya fasilitas JAMKESMAS atau lainnya. Waktu itu dokter minta “Pak tolong siapin uang sekitar 100Juta” 2012 gais… itu awal gue mengurunkan niat buat operasi, selain itu.. waktu itu ada bagian tulang rib gue yang remuk akibat jatoh dari kursi pas lagi nulis Blog lama gue, terus saat itu usia gue baru aja 14 tahun. Jadi masih dalam masa pertumbuhan. Akhirnya gue mutusin buat pake BRACE “penyangga tulang belakang”. Rasanya kesiksa banget, awal gue pake Brace, gue gabisa tidur, gabisa duduk, kaku dan kesakitan sampe harus nangis selama 1minggu Full. Sampe akhirnya gue bersahabat dengan Brace, gue namain Brace gue HURU-HARA. Haha… itu temen gue sofi yang namain. Abisnya gue kaya yang mau perang aja, kemana-mana pake senjata pelindung. 23jam sehari dan boleh dilepas Cuma pas gue ngejalanin kewajiban shalat, streaching,renang sama mandi aja. Susah senang gue lalui bareng huru-hara.

About Scoliosis

Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Sebanyak 75-85% kasus skoliosis merupakan idiofatik, yaitu kelainan yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan 15-25% kasus skoliosis lainnya merupakan efek samping yang diakibatkan karena menderita kelainan tertentu, seperti distrofi otot, sindrom Marfan, sindrom Down, dan penyakit lainnya. Berbagai kelainan tersebut menyebabkan otot atau saraf di sekitar tulang belakang tidak berfungsi sempurna dan menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi melengkung.
Ahli bedah tulang (ortopedi) mengklasifikasikan idiofatik skoliosis ke dalam empat kategori berdasarkan usia penderita ketika kelengkungan tulang terlihat untuk pertama kalinya. Keempat kategori tersebut adalah skoliosis idiofatik anak-anak, remaja, pada remaja yang berada di sekitar masa pubertas, dan dewasa.

Pembagian

Dalam perkembangannya, Scoliosis lebih lanjut Pada umumnya dibagi atas dua kategori diantaranya adalah Scoliosis Struktural dan Non Struktural.

Scoliosis Struktural

Suatu kurvatura lateral spine yang irreversible dengan rotasi vertebra yang menetap. Rotasi vertebra terbesar terjadi pada apex. Jika kurva bertambah maka rotasi juga bertambah. Rotasi ini menyebabkan saat foward bending costa menonjol membentuk hump di sisi convex. Sebaliknya dada lebih menonjol di sisi concav. Scoliosis struktural tidak dapat dikoreksi dengan posisi atau usaha penderita sendiri.

Scoliosis Non Struktural

Disebut juga Fungsional Scoliosis / Postural Scoliosis. Suatu kurvatura lateral spine yang reversibel dan cenderung terpengaruh oleh posisi. Di sini tidak ada rotasi vertebra. Umumnya foward/side bending atau posisi supine/prone dapat mengoreksi scoliosis ini.